"Neram buitni Umpu Belunguh najin khang mawat pulippuh persatuan tutop mekukuh makdapok tigaginjuh. Unyin guai setulungan niLiak hulun mufakat dang ngehalai ketukhunan nyin ne ram tutop terhormat. Sai kuat nulung Sai lemoh, haguk khuppok dang mak iwoh, sai tuha tihormati sai ngukha tisayangi. Timisalko ijuk lamban, wat tihang, wat hatokna, mana tian setukkok'an, mekukuh khik betiknana."

LEHOT NI : Ina Dalom Yusnani Pn Jaya Dilampung
Tampilkan postingan dengan label Adat Istiadat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Adat Istiadat. Tampilkan semua postingan

Senin, 01 Juli 2013

HIMPUN SAI BATIN PAKSI

بِسْــــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم 
Kekinian adalah sejarah yang berjalan.
 Berkat rahmat Allah SWT serta didorong oleh rasa tanggung jawab  sebagai pewaris Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak yang diyakini sebagai asal usul suku bangsa Lampung serta cikal bakal peradaban di tanah Lampung, oleh sebab itu kami para “Sai Batin” Paksi Pak Sekala Brak terpanggil untuk memelihara, dan menjaga kearifan lokal serta melestarikan adat dan budaya “Sai Batin” khususnya tradisi Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak sejak dahulu kala sebagai bagian dari khasanah adat dan budaya yang tergabung dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.



Pada hari ini Sabtu tanggal delapan Desember tahun Dua ribu dua belas (8-12-2012) bertempat di ruang Margasana “Gedung Dalom”  Kepaksian Pernong kami “Sai Batin” Raja Adat Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak Lampung melakukan “HIPPUN SAI BATIN PAKSI” (Musyawarah Agung para Sultan Kerajaan Adat Paksi Pak Sekala Brak) yang masing-masing kami hadir secara fisik yaitu :

Rabu, 26 Juni 2013

KEDUDUKAN "SAI BATIN"

Oleh : Puniakan Dalom Ahmad Safe'i 
( Sultan Ratu Pikulun, Raja Adat Paksi Buay Belunguh )
Tulisan Pasca Kemerdekaan RI



Kita telah mengetahui bahwa, sai batin adalah sebutan untuk seorang yang berpangkat adat dan berkedudukan tertinggi dalam lingkungan daerah kekuasaannya. Didalam adat ada macam macam tingkatan, tingkatan rendah menengah tinggi dan trtinggi, jadi dalam kebuaian hanya ada seorang saibatin dan kalau diterjemahkan artinya saibatin yaitu"Yang Mulia" kalau skarang ada lambang lambang dan tanda tanda pangkat menunjukan kedudukan dan tinggi rendah pangkat seseorang dalam pemerintahan ketenteraan, kepolisian dll, maka didalam adat ada pula tanda tanda pengenal tersebut. Didalam upacara adat jelas kelihatan apa pangkat adatnya yang mengadakan perayaan itu karna telah ada ketentuan masing-masing. Perbedaan pangkat adat itu bukan sekedar kita dapat mengetahui dari gelarannya saja tetapi dari tuturan dan bubungan rumah, gelaran rumah, gelaran sawah dan kalau mengadakan perayaan atau bimbang mengadakan alat alat adat tertentu. Saibatin selaku kepala adat tertinggi mempunyai pula lambang- lambang lengkap dan tidak boleh disamai oleh seorangpun didalam kebuaiannya, tetapi boleh dipakai olek kakak kandung perempuannya atau adik kandung laki-laki yang setingkat lebih muda daripadanya, mngenai alat upacara arak arakan kalau pada oranglain hanya ada ketntuan memakai alat upacara disebelah kanan atau disebelah kiri dan terbatas pula maka untuk saibatin memakai alat lengkap kiri kanan muka belakang. Perincian dari alat kebesaran saibatin itu sbagai berikut :

Minggu, 09 Juni 2013

PAKSI PAK SEKALA BRAK

Paksi Pak Sekala Brak adalah kerajaan yang bercorak islam berdiri setelah tunduknya kerajaan Sekala Brak kuno dengan Raja terakhirnya Ratu Sekeghumong, selanjutnya dipimpin oleh keturunan lurus tidak terputus dari empat Umpu. Mereka mendiami sekala brak bersama para rakyat pengikutnya dan nabbainya yaitu Si Bulan yang diangkon dan diberi wilayah di Cenggikhing Way Nekhima, dan anak  Anak Mentuha  yaitu Si Nyata di Luas, itulah Cumbung Pak Kelima Sia.  Dalam menjalankan pemerintahannya Paksi Pak Bersatu tak bersekutu, Berpisah Tak Bercerai. Dan Empat Kepaksian itu adalah :

Selasa, 04 Juni 2013

Perangkat Adat Paksi Buay Belunguh 1939


NAMA DAN GELARAN-GELARAN ADAT
DARI YANG BERPANGKAT ADAT
DIDALAM MARGA BUAY BELUNGUH

Tersusun oleh :
Ahmad Syafe'i, Pasirah marga Buay Belunguh, Krui
Permufakatan pada malam Rabu tanggal 4 jalan 5 April 1939 dengan orang tua-tua yang ternama, tentang pangkat adat seperti gelaran-gelaran yang baru diangkat atau yang memang sejak dahulu.


Yang Hadir :
1. Ahmad Syafe'i, gelar Sultan Ratu Pikulun, Pasirah Buay Belunguh
2. Haji Sariffuddin, Imam Marga
3. Raja Dayat dusun Sukadana
4. Batin Sekandak dusun Sukadana
5. Batin Pemuka dusun Sukadana
6. Raden Demang dusun Negeri Canda
7. Haji Arsad dusun Negeri Canda