Alhamdulillah, segala apa yang dirintis masa silam kini telah dapat
dinikmati masyarakat pada umumnya sebagai saksi hidup bagi penulis. Pada
zaman pemerintahan Belanda dulu menurut ketetapan dari Directeur
Bimenlandsch-Bestuur tanggal 18 Juni 1937 NO.B.R.6/20/17 diizinkan
untuk mengeluarkan wang sejumlah f.210.000 dari fends para, guna
keperluan membuat jalan (interresidentieweg) Liwa-Kenali – Mutaralam –
Kotabumi, tempat - tempat mana berada didalam Onderafdeeling Krui dan
onderafdeeling Kotabumi. Menurut ketetapan Direktuer V.en W. tertanggal
12 Agustus 1937 NO.8/3/11. dimulai mengerjakan yang ke satu Kenali -
Dusun Baru yang panjangnya kira-kira 3 kilometer.
"Neram buitni Umpu Belunguh najin khang mawat pulippuh persatuan tutop mekukuh makdapok tigaginjuh. Unyin guai setulungan niLiak hulun mufakat dang ngehalai ketukhunan nyin ne ram tutop terhormat. Sai kuat nulung Sai lemoh, haguk khuppok dang mak iwoh, sai tuha tihormati sai ngukha tisayangi. Timisalko ijuk lamban, wat tihang, wat hatokna, mana tian setukkok'an, mekukuh khik betiknana."
LEHOT NI : Ina Dalom Yusnani Pn Jaya Dilampung
Senin, 02 Desember 2013
Rabu, 30 Oktober 2013
NIAT DAN DOA DIPUNCAK PESAGI
Waktu zaman dahulu, Raja dengan negara tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya
karena pada hakekatnya Raja mempunyai kelebihan segala galanya. Ini dapat
dimengerti berhubung kedudukannya itu bukan saja selaku kepala Negara
tetapi mengepalai juga soal-soal Agama sehingga dianggap oleh rakyat Keramat
hidup, terbukti dalam kata-kata bersayap Lampung "Mawat ia nitakdirko Tuhan jadi
saibatin (Raja) kalau ia tidak melebihi dalam segala segi dari orang lain" . Jadi
Niat Do'a atau Nazar seseorang Raja sewaktu permulaan menjabat
pekerjaannya dapat disamakan sekarang dengan tujuan Negara. (Bukankah sekarang
tujuan Negara Republik Indonesia Adil dn Makmur). Menurut riwayat dari
sekian banyak putra Raja-Raja diPagaruyung yang disebarkan keseluruh kepulauan
ini untuk mengembangkan Agama Islam , hanya 4 orang diantaranya ( Paksi
Pak) bertemu dipuncak Gunung Pesagi :
Rabu, 21 Agustus 2013
Wangsa Sekala Bhra ( Sekala Brak )
Secercah, Catatan Dari Koran Merdeka,
Kutipan Buku Ahmad Safe'i glr Sultan Ratu Pikulun.
Kutipan Buku Ahmad Safe'i glr Sultan Ratu Pikulun.
( Sultan Paksi Buay Belunguh )
J.R.Logan
Pada tahun 1848 telah mengemukakan teorinya, bahwa Bangsa Indonesia
berasal dari Assam yg terletak di India selatan, sebelah Utara Burma.
Yang berhubungan langsung dengan tujuan tulisan ini dapat dibuat suatu
rekonstruksi sebagai berikut: Suku Melayu kuno Atau Proto Malayan Tribes
dari India Selatan itu dalam pengungsiannya, bergerak menyeberangi laut
Andamen untuk kemudian berpencar dalam beberapa kelompok,
Langganan:
Postingan (Atom)