"Neram buitni Umpu Belunguh najin khang mawat pulippuh persatuan tutop mekukuh makdapok tigaginjuh. Unyin guai setulungan niLiak hulun mufakat dang ngehalai ketukhunan nyin ne ram tutop terhormat. Sai kuat nulung Sai lemoh, haguk khuppok dang mak iwoh, sai tuha tihormati sai ngukha tisayangi. Timisalko ijuk lamban, wat tihang, wat hatokna, mana tian setukkok'an, mekukuh khik betiknana."

LEHOT NI : Ina Dalom Yusnani Pn Jaya Dilampung

Rabu, 30 Oktober 2013

NIAT DAN DOA DIPUNCAK PESAGI

Waktu zaman dahulu, Raja dengan negara tidak dapat dipisahkan satu dengan lainnya karena pada hakekatnya Raja mempunyai kelebihan segala galanya. Ini dapat dimengerti berhubung kedudukannya itu bukan saja selaku kepala Negara tetapi mengepalai juga soal-soal Agama sehingga dianggap oleh rakyat Keramat hidup, terbukti dalam kata-kata bersayap Lampung "Mawat ia nitakdirko Tuhan jadi saibatin (Raja) kalau ia tidak melebihi dalam segala segi dari orang lain" . Jadi Niat Do'a atau Nazar seseorang Raja sewaktu permulaan menjabat pekerjaannya dapat disamakan sekarang dengan tujuan Negara. (Bukankah sekarang tujuan Negara Republik Indonesia Adil dn Makmur). Menurut riwayat dari sekian banyak putra Raja-Raja diPagaruyung yang disebarkan keseluruh kepulauan ini untuk mengembangkan Agama Islam , hanya 4 orang diantaranya ( Paksi Pak) bertemu dipuncak Gunung Pesagi :

Rabu, 21 Agustus 2013

Wangsa Sekala Bhra ( Sekala Brak )

Secercah, Catatan Dari Koran Merdeka,
Kutipan Buku Ahmad Safe'i glr Sultan Ratu Pikulun.
( Sultan Paksi Buay Belunguh )


J.R.Logan Pada tahun 1848 telah mengemukakan teorinya, bahwa Bangsa Indonesia berasal dari Assam yg terletak di India selatan, sebelah Utara Burma. Yang berhubungan langsung dengan tujuan tulisan ini dapat dibuat suatu rekonstruksi sebagai berikut: Suku Melayu kuno Atau Proto Malayan Tribes dari India Selatan itu dalam pengungsiannya, bergerak menyeberangi laut Andamen untuk kemudian berpencar dalam beberapa kelompok, 

Senin, 15 Juli 2013

Keadaan Marga Dalam Masa Penjajahan

Serba serbi Skala Brak Asal usul SukuLampung

Oleh:  Ahmad Syafe'i Glr Sultan Ratu Pikulun

 Daerah Krui selama 131 tahun dipisahkan dari Lampung. Meneliti tulisan-tulisan kita yang telah sudah, bahwa menurut tercatat Sultan Banten (Pangeran Gusti) dengan kompeni Belanda, yang mana sejak tahun 1751 daerah Lampung diserahkan kepada Kompeni Belanda dianggap diatas kertas saja karena pemerintahan masih dilakukan oleh Sultan Banten. Pada tahun 1808 seluruh Kasultanan Banten sudah berada dibawah kekuasaan kompeni. Dan lampung digabungkan kepada 0mmelanden van Batavia, berarti bahwa di Lampung belum merasa adanya penjajahan Belanda. Baharu pada tahun 1813 sewaktu Indonesia dikuasai oleh Kompeni Inggris dibawah Pemerintahan Raffles dan Ratu Alaudia (Sultan Banten) dipaksa turun dari takhta kasultanan , Pemerintahan Langsung dijalankan oleh kompeni Inggris di Lampung.